MATERI DASAR LAPORAN KEUANGAN




Laporan keuangan menunjukkan bagaimana manajemen mengelola sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan secara efisien dan efektif. Data historis akuntansi (yang dapat diukur dan dikuantifikasi) akan dicatat dalam jurnal, diposting ke buku besar, dan kemudian menghasilkan laporan keuangan. Materi yang ada dalam buku ini akan membantu para pemangku kepentingan (khususnya bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal akuntansi) untuk dapat mengenal dan memahami konten laporan keuangan secara benar.
Laporan Keuangan Berisi berikut ini, di mana tiga yang pertama yang paling kita butuhkan untuk analisa:
  1. Neraca (balance sheet, atau posisi keuangan)
  2. Laba-rugi (income)
  3. Arus kas (cash flow)
  4. Perubahan ekuitas (changes in equity)
1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca/Balance Sheet)
Berisi posisi keuangan perusahaan pada tanggal laporan keuangan tersebut dikeluarkan, jadi merupakan potret pada satu waktu. Prinsip utamanya adalah Asset (harta) sama dengan Utang (liabilities) ditambah Modal (Equities).
ASSET = HUTANG + MODAL
 
Tabel 1. Dasar laporan keuangan – balance sheet

2. Laporan Laba-rugi (Income statement)
Berisi pendapatan (penjualan/revenue/sales), beban (biaya/cost), dan penghasilan (income/return/rugi-laba/profit-loss) dalam periode waktu pelaporan keuangan. Misalnya laporan keuangan tahun 2017 melaporkan pendapatan, biaya, dan income sejak tanggal 1-Januari-2017 sampai 31-desember-2017. Laporan keuangan periode Quarter 1 2017 mencakup 1-Januari-2017 sampai 31-Maret-2017.
Laporan ini menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rumus umum, Laba = Pendapatan – Beban.

Tabel 2. Dasar laporan keuangan – Income Statement

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow statement)
Berisi arus uang masuk dan uang keluar dalam periode waktu pelaporan keuangan. Dalam analisa fundamental perusahaan, cash flow ini sangat penting untuk memvalidasi laporan laba-rugi.
Penghitungan laba-rugi, sangat ditentukan oleh kebijakan pelaporan keuangan. Ada aturan yang bisa dibilang fleksibel untuk menentukan akun-akun laporan keuangan. Misalnya apakah dana yang sangat besar untuk R&D bisa ditulis sebagai pengeluaran tahun itu juga, atau bisa juga dianggap sebagai investasi yang akan didepresiasi dalam beberapa tahun ke depan, dan tentu saja ini akan mempengaruhi besarnya laba-rugi yang tercatat.
Nah, laporan cash flow ini yang akan memberikan perspektif yang lebih lengkap, apakah laba/rugi yang besar/kecil itu menghasilkan uang kas riel yang bisa dipakai sekarang.

 
Tabel 3. Dasar laporan keuangan – Cash Flow

Arus kas dari aktivitas operasi (cash flow from operation)
  • (+) Penerimaan dari pelanggan
  • (-) Pembayaran kas ke pemasok, karyawan, beban operasional lainnya
  • (+) Penerimaan dari bunga
  • (-) Pembayaran bunga
  • (+) Pembayaran pajak penghasilan
Arus kas dari aktivitas investasi (cash flow from investing)
  • (+) Hasil menjual aset
  • (-) Membeli aset
  • (+) Hasil dari investasi lainnya
  • (-) Investasi lainnya
Arus kas dari aktivitas pendanaan (cash flow from financing)
  • (+) Mendapatkan pinjaman
  • (+) Mendapatkan dana dari IPO, Right Issue
  • (-) Membayar dividen
  • (+) Dana dari Obligasi atau pinjam Bank
  • (-) Membayar pinjaman
Bagian yang lainnya
  • Kenaikan/penurunan kas. Jumlah bersih semua kas masuk dikurangi kas keluar.
  • Jumlah kas awal periode laporan keuangan
  • Jumlah kas akhir periode

4. Laporan Perubahan Ekuitas (Change in Equity)
Berisi perubahan komposisi item-item dalam ekuitas. Tidak sepenting ketiga loporan lainnya yang sudah dibahas di atas. Beberapa catatan:
  • Laba yang tidak dibagikan kepada shareholder sebagai dividen, akan dicatat di sini sebagai laba ditahan (retained earning).
  • Pendapatan komprehensif, karena tidak dimasukkan ke dalam Laba Bersih (namun dimasukkan ke dalam Laba Komprehensif), maka akan dicatat di sini sebagai Penghasilan Komprehensif
  • Di sebutkan juga bagian ekuitas untuk kepentingan non pengendali.
Nilai ekuitas (book value) yang dipakai dalam penghitungan PBV (dalam valuasi saham) adalah Ekuitas yang diatribusikan kepada entitas induk. Dengan kata lain, nilai ekuitas total dikurangi dengan bagian untuk kepentingan non pengendali. Biasanya, nilai Ekuitas yang diatribusikan kepada kepentingan non pengendali itu kecil, sehingga nilai Ekuitas yang diatribusikan kepada entitas induk relatif sama dengan nilai Ekuitas total.
Namun jika nilai Ekuitas yang diatribusikan kepada kepentingan non pengendali itu besar, maka investor harus aware karena ini berpengaruh kepada penghitungan nilai PBV.

Komentar

  1. mr pedro dan dana investasinya membantu saya mencapai pendanaan proyek saya dengan pengembalian 2 tingkat sebagai imbalan atas jumlah pinjaman 500,000.00 euro untuk membiayai proyek saya dan itu sangat cepat dan aman jadi saya akan menyarankan siapa pun di sini yang mencari pinjaman atau investor untuk menghubungi mr pedro di whatsapp:+1-863-231-0632 email: pedroloanss@gmail.com terima kasih.

    BalasHapus

Posting Komentar